Jika Anda pernah berdiri di depan rak toko buku Kristen melihat Alkitab TB, BIS, BIMK, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari, dan banyak versi lainnya, Anda mungkin telah mengajukan pertanyaan ini.

Menurut American Bible Society, lebih dari 900 terjemahan atau revisi dalam bahasa Inggris telah diproduksi sejak Perjanjian Baru pertama dicetak pada 1526. Secara global, Wycliffe Global Alliance melaporkan bahwa pada 2024, Alkitab lengkap tersedia dalam 736 bahasa, dengan sebagian Kitab Suci tersedia dalam 3.658 bahasa.

Jawaban singkatnya: Alkitab ditulis dalam bahasa-bahasa kuno yang tidak ada seorang pun yang berbicara hari ini, dan setiap generasi menghadapi tantangan menyampaikan kata-kata tersebut dengan setia ke dalam bahasa yang hidup dan kontemporer.

Poin Penting

  • Alkitab ditulis dalam tiga bahasa — Ibrani, Aram, dan Yunani — yang memerlukan terjemahan bagi siapapun yang tidak berbicara bahasa tersebut
  • Dua filosofi terjemahan utama: kesetaraan formal (kata per kata) dan kesetaraan dinamis (pikiran per pikiran)
  • Tidak ada terjemahan yang "sempurna" — setiap terjemahan melibatkan ribuan keputusan penafsiran
  • Terjemahan Indonesia utama: Alkitab Terjemahan Baru (TB), Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), BIMK, Alkitab Mudah Dibaca
  • Wycliffe Global Alliance mencatat Alkitab lengkap dalam 736 bahasa pada 2024

Mengapa Alkitab Perlu Diterjemahkan?

Alkitab tidak ditulis dalam bahasa Indonesia. Fakta itu sendiri menjelaskan mengapa terjemahan ada.

Perjanjian Lama ditulis hampir seluruhnya dalam bahasa Ibrani Biblika, dengan beberapa bagian dalam bahasa Aram (bagian Daniel dan Ezra). Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine — bahasa Yunani umum yang digunakan di Kekaisaran Romawi pada abad pertama. Bahasa-bahasa ini tidak lagi digunakan dalam bentuk kunonya.

Terjemahan besar pertama Kitab Suci Ibrani adalah Septuaginta (LXX), terjemahan ke bahasa Yunani oleh para sarjana Yahudi di Aleksandria sekitar 250–150 SM. Yesus dan murid-murid-Nya kemungkinan mengutip dari Septuaginta dalam konteks berbahasa Yunani.

Kapsul kutipan: Septuaginta (LXX) adalah terjemahan besar pertama Kitab Suci Ibrani, dibuat di Aleksandria sekitar 250–150 SM oleh sarjana Yahudi untuk orang Yahudi berbahasa Yunani di diaspora. Ini menjadi Alkitab gereja mula-mula dan masih digunakan hari ini dalam liturgi Gereja Ortodoks Timur. Sumber: Encyclopædia Britannica, "Septuaginta"


Apa Itu Kesetaraan Formal versus Dinamis?

Ini adalah konsep terpenting untuk memahami mengapa terjemahan yang berbeda terasa sangat berbeda saat dibaca.

Kesetaraan formal (terjemahan "kata per kata") berusaha tetap sedekat mungkin dengan kata-kata dan struktur kalimat asli. Dalam bahasa Indonesia: Alkitab TB (Terjemahan Baru).

Kesetaraan dinamis (terjemahan "pikiran per pikiran") mengutamakan ekspresi alami dalam bahasa target. Dalam bahasa Indonesia: BIS, BIMK, Alkitab Mudah Dibaca.

Perbandingan: Filipi 4:7 dalam Tiga Terjemahan

Terjemahan Jenis Teks
Alkitab TB Formal «Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.»
BIS Dinamis «Dan kedamaian Allah yang melebihi semua pengertian manusia, akan menjaga hati serta pikiran Saudara dalam persatuan dengan Kristus Yesus.»
BIMK Dinamis «Dan damai sejahtera Allah yang melebihi segala pengertian akan menjaga hati dan pikiran kalian dalam Kristus Yesus.»

Apakah Terjemahan Baru Mendistorsi Teks Asli?

Terjemahan modern didasarkan pada lebih banyak bukti manuskrip, bukan lebih sedikit. Perjanjian Baru Yunani Nestle-Aland mengandalkan lebih dari 5.800 manuskrip Yunani. Ketika terjemahan modern berbeda dari versi yang lebih lama, umumnya karena para sarjana telah menemukan manuskrip yang lebih kuno dan dapat diandalkan.


Cara Memilih Terjemahan yang Tepat

Untuk pembacaan harian dan renungan: Alkitab TB untuk teks resmi; BIS untuk keterbacaan lebih tinggi.

Untuk studi serius: Alkitab TB dengan kesetaraan formal.

Untuk pembaca baru: BIMK atau Alkitab Mudah Dibaca — ditulis dalam bahasa Indonesia kontemporer yang mudah dipahami.

Bible Expert memungkinkan Anda membandingkan lebih dari 1.200 terjemahan secara berdampingan.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa ada begitu banyak terjemahan Alkitab?

Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani kuno, Aram, dan Yunani. Setiap generasi membutuhkan terjemahan baru ke dalam bahasa hidup seiring perkembangannya. Filosofi terjemahan yang berbeda dan audiens yang berbeda juga menghasilkan versi yang berbeda.

Apakah orang Katolik dan Protestan menggunakan Alkitab yang sama?

Tidak. Alkitab Katolik berisi 73 kitab; Alkitab Protestan berisi 66. Tujuh kitab Katolik tambahan (kitab deuterokanonika) meliputi Tobit, Yudit, 1–2 Makabe, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh, dan Barukh.

Berapa banyak terjemahan Alkitab yang ada di dunia?

Alkitab lengkap tersedia dalam 736 bahasa, dengan sebagian Kitab Suci tersedia dalam 3.658 bahasa (Wycliffe Global Alliance, 2024).


Tentang Penulis

Julien adalah penulis utama Bible Expert, yang mengkhususkan diri dalam sejarah terjemahan Alkitab dan tradisi Kristen. Dia menulis dari perspektif non-denominasional, bersandar pada sumber-sumber Katolik, Protestan, Ortodoks, dan Evangelikal.


📱 Baca Alkitab di mana saja dengan Bible Expert 1.200+ terjemahan, Alkitab audio, dan Chat Alkitab AI — gratis. iPhone / iPad · Mac · Android · Windows · Perangkat lain

Bagikan artikel ini
WhatsApp Facebook X